Sabtu, 10 Desember 2016

pengaruh globalisasi terhadap agama serta dampak positf dan negatif globalisasi

1.       pengaruh globalisasi terhadap agama!

Globalisasi adalah hal yang universal yang berupa informasih yang  harus disaring jangan smerta-merta untuk menggunakannya. Cukup mengbil manfaatnya saja dan membuang hal-hal yang tidak penting yang dapat mencoreng citra agama. Pengaruh globalisasi terhadap agama bisa menjadi positif dan bisa juga menjadi negative.
Dampak positif dari globalisasi tergadap agama diantaranya mudah mendapatkan informasih ataupun pengetahuan tentang agama dari internet tanpa harus repot-repot pergi ke tokoh buku. Dengan adanya internet orang-orang dapat dengan mudah mengaksesnya, orang-orang juga sering menyebarkan agama melalui internet dikarenakan hal ini sangatlah mudah tanpa harus mengumpulkan orang sebanyak mungkin atau tanpa harus mengadakan pengajian atau ceramah tapi dengan internet kita bisa mengajarkan tentang agama dengan mudah kepada banyak orang tanpa pergi kemana-pun. Saat dirumah, ditempat kerja, bahkan sedang dalam perjalanan kita dapat menyebarkan atau mengajarkaan tentang agama pada orang banyak.
Dampak negative sangatlah Nampak pada agama islam dikarenakan budaya barat yang sangat mudah masuk khususnya di Indonesia, budaya barat yang masuk di era globalisasi sangatlah meresahkan umat muslim karena sudah banyak umat muslim yang terpengaruh oleh budayah barat. Dalam hal ini agama menjadi hal yang buruk dikarenakan para pemeluk agama yang tidak dapat melihat secara transparan budaya yang masuk, lebih parahnya lagi umat muslim sekarang lebih banyak mengadopsi budaya barat dibanding mengikuti Al-Qur’an dan sunnah.
Di era globalisasi ini juga banyak yang menyalahgunakan akses internet, orang-oranng yang tidak bertanggung jawab yang membuat kesatuan menjadi terpecahbela, saling mebghina antar agama satu dengan yang lain sehingga keharmonisan antar umat beragama menjadi terpecah-bela dan mengakibatkan banyak kerugian bagi sebagian orang. Era globalisasi juga membuat orang-orang dengan mudah mendapatkan informasih yang dapat merusak moral.
Dalam agama islam seorang muslim tidak boleh menyebarkan aib seeorang tetapi di era globalisasi sekarang ini orang-orang sudah banyak menyebarkan aib orang contohnya seperti di acara tv yang membicarakan tentang kehidupan para artis, disitu banyak dimuat hal-hal yang tidak sepantasnya untuk dipublikasikan akan tetapi hal-hal semacam itu sudah banyak dikonsumsi oleh masyarakat muslim di era globalisasi sekarang ini.



gender dan agama (perbedaan religiusitas yang disebabkan oleh gender)

Gender dan agama
1.gender dan religiusitas
Yang menjadi pokok pembahasan dan pertanyaannya adalah, apakah ada perbedaan religiusitas yang disebabkan oleh gender? Apakah hubungannya antara gender dengan religiusitas?
Sebuah study yang dilakukan oleh argyle (2006) ditujukan untuk menguji hipotesisi apakah perempuan lebih religiusitas daripada lki laki
            Beberapa teori menunjukan bahwah perempuan lbih religiusitas daripada laki laki. Sebagai contoh jika agama berfungsih untuk mengatasi rasa bersalah hal ini akan menunjukan bahwah perempianlah yang memang memiliki rasa bersalah lebih besar dari laki laki. hal ini akn menambah religiusitas bagi perempuan.
            Liao (2005) menunjukan bahwah di kalangan masyarakat thaiwan perempuan lebih religiusitas daripada laki-laki dalam hal ini religiusitas dilihat dari seberapa sering atau seberapa banyak perempuan pergi ke kuil atau gereja, menurut liao ada tiga penjelasan mengenai fakta yang menunjukan bahwah perempuan lebih religiusitas daripada laki-laki.
1.      Perempuan thailand tertindas itulah sebabnya mereka lebih membutuhkan lebih banyak interaksi dengan tuhan
2.      Perempuan lebih sensitif waktu luang untuk pergi ke gereja
3.      Perempuan thaiwan lebih sensitif dalam hal emosional dan spiritual
Mereka lebih khawatir daripada laki-laki sehingga lebih ccok dengan hala spiritual`
Menurut sullins (2006) temuan bahwah perempuan lebih religiusitas daripada laki-laki tidaklah universal. Hubungan antara kesalehan porsonal denggan tingkat keaktifat dalam aktifitas keagamaan (partisipasi organisasional) dinegara-negara dunia ketiga menggunakan data WORLD VALUES SURVEY menunjukan bahwah perempuan tidak lebih tinggi daripada laki-laki dalam halkeaktifan keberagamaan. Buktinya dikaum yahudidan muslim di seluruh dunia, laki-laki lebih religius daripada perempuan.

Secara umum study menunjukan bahwah perempuan melebihi laki-laki dalam hal ibadah meskipun sebagian kecil ppendapat menunjukan bahwah perempuan tidak melebohi laki-laki dalam hal religiusitas.
Yang sering terjadi atau secara umum kesetaraan gender sering terjadi diskriminasi terhadap perempuan, namun dengan adanya religiusitas gender membawah efek positif bagi kaum perempuan. Yaitu timbul kesadaran akan kelebihan yang dimilikinya dan hal yang membantu perempuan memainkan peran yang efisien  dalam masyarakat sehingga menimbulkan generasi yang lebih baik.

2. grender, status, dan peran-peran keagamaan
Secara umum agama mengajarkan prinsip egalitarian untuk semua jenis kelamin namun dalam agama-agama lain terdapatajaran-ajaan yang membuat kesenjangan gender      
Islam adalah contoh agama yang menganut egetarian karena laki-laki dan perempuan memiliki kedudukan yang sama dihadapan tuhan. Dan memiliki pengaruh besar terutama bagi hak asasi manusia termasuk perempuan. Arab sebelum islam menganggap bahwah kualitas perempuan sangat berbanding terbalik dengan laki-laki. Peradaban manusia sebelum islam terutama yang berkembang dijazirah arab Menurut anwar sangat merendahkan perempuan.
Sikap misoginistik  mempengaruhi para muslim bahwah perempuan berbeda secara politik dan ekonomi bukan hanya secara biologi.
Selain hambatan yang bersifat kurtural perempuan mengalami hambatan struktural seperti kebijakan publik menghambat peren perempuam dirana publik` dinegara-negara lain perempuan tidak memiliki hak pilih.

Secara teoritis menurut levin (2004)  ksenjangan gender terjadi karena adanya keinginan suatu kelompok untuk mendominasi.